Wanprestasi dan penipuan dalam hubungan kontrak

Sudah menjadi kebiasaan umum, jika salah satu pihak kesulitan untuk meminta pelaksanaan prestasi dari pihak lain, maka upaya yang ditempuh adalah melaporkan ke Polisi dengan tuduhan penipuan (Pasal 378 KUHP). Ada beberapa hal yang menjadi motivasi orang untuk mengambil jalan pintas seperti itu, mulai dari sekedar ingin menakut-nakuti agar seseorang melaksanakan prestasinya, sampai dengan benar-benar […]

Ketika transaksi perdata menjadi pidana

Dari suatu hubungan perdata yang kemudian menjadi perkara pidana seringkali memang awalnya murni hubungan bisnis yang dilandasai itikad baik. Namun, ketika bisnis sedang surut dan mulai terjadi default (gagal bayar), tak sedikit yang lantas memilih melapor ke polisi ketimbang mengajukan gugatan di pengadilan. Padahal tujuan dari pemidanaan bukan untuk mendapatkan ganti rugi. Pada prinsipnya suatu […]

Melanjutkan menempati rumah kontrak/sewa orang tua yang sudah meninggal

Perjanjian sewa menyewa tidak berakhir dengan meninggalnya orang tua. Pasal 1575 KUHPer menyebutkan bahwa Persetujuan sewa sekali-kali tidak hapus dengan meninggalnya pihak yang menyewakan ataupun pihak yang menyewa. Dalam hal sewa telah habis, dan penyewa/ahli waris tidak mau mengosongkan/meninggalkan rumah, maka dapat mempermasalahkan hal tersebut baik secara perdata maupun secara pidana. Gugatan secara perdata dapat […]

Membuat Surat Pernyataan dengan ditulis atau diketik, mana yang lebih kuat?

Surat pernyataan termasuk salah satu bentuk dokumen yang dibuat bertujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata, sesuai ketentuan Pasal 1313 KUH Perdata, yang menyebutkan: “Suatu perikatan adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih”. Tidak ada aturan yang mewajibkan suatu […]

Keterlambatan Angsuran Kredit (Macet)

Keterlambatan angsuran (kredit). Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.29/POJK.05/2004 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, mengatur soal kategori penilaian piutang pembiayaan sebagai berikut: a. Lancar, apabila tidak terdapat keterlambatan atau terdapat keterlambatan pembayaran pokok dan/atau bunga sampai dengan 30 hari kalender; b. Dalam Perhatian Khusus, apabila terdapat keterlambatan pembayaran pokok dan/atau bunga yang telah melampaui 30 […]